Rabu, 13 Mei 2015

Senja & Pohon Akasia


-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Entah langit kali ini memerah...
Jingga namun bukan jingga yang seperti biasanya, merah nya pun lebih memikat...
Ah, mungkin sudah saat nya langit yang ku diami ini mulai merubah warna nya sehingga memberikan esensi yang berbeda dari siang sebelumnya...
 

Binatang senja mulai menyuarakan jeritan-jeritannya pada alam, menandakan bahwa mereka ada...
Desir angin pun mulai merambah kulit ku yang tak terlapisi oleh rajutan kain yang cukup tebal sehingga aku mampu merasakan sentuhan udara di senja kali ini...
Aku berdiri sendiri, dibawah pohon ini... ya, pohon Akasia tepatnya...

Setelah setahun yang lalu memori indah maupun buruk mengingatkanku akan semua jejak langkah kaki yang telah ku lalui...
AKU DAN KENANGANKU...

 

Tak heran bila sudah setahun pula aku tak menginjakkan kakiku disini bersama dengan settingan alam semesta yang membuat setiap orang terpana akan keelokannya...
Memberi makna tersendiri bagi insan yang pernah merajut kasih dan merasakan kepiluan dalam rajutan cinta nya...
Memang benar, suasana kali ini begitu melankolis walaupun aku hanya ditemani oleh serpihan kenangan kita berdua...
 

Beratapkan langit, bertiangkan dedaunan akasia, aku mencoba mengorek kisah lama...
Layaknya membongkar kotak yang telah usang, berdebu, namun membuat ku penasaran...
Bila memang Tuhan masih mengizinkan aku untuk menghembuskan nafas di hari esok, barangkali aku tak se nekat ini untuk membobol rasa yang sedang membuncah...
Meskipun aku tau, jika pohon akasia ini mampu berbicara, Ia akan mengusir ku dan tak membiarkan satupun percikan air jatuh membasahi akar dan batangnya..

Karena Ia telah mengerti sampai batas mana gerbang yang telah ku lalui...

Sekali lagi, pohon akasia ini tetap menatapku dalam diam..
Seakan tak berani menyingkap kenangan lama yang telah membusuk di dalam akarnya...

Dan yang ku tahu, langit senja tak sejahat itu...
Dia tetap menemani akasia sampai saat ini...
Senja tak pernah menyalahkan malam  yang datang begitu cepat menggantikannya..
Sementara akasia hanya mampu menikmati kemesraan bersama senja yang hanya sementara waktu dan harus berpisah dikala malam telah datang...

oh malam...
Salah satu keindahan didalam kegelapan yang mampu mengheningkan segalanya...
Namun kisah senja dan pohon akasia belum sempat berakhir...
Tak ada kata yang mampu menggambarkan kebahagian mereka berdua bila saling bersua...

Aku pun tatkala berpikir, seandainya senja tak pernah datang lagi mampukah pohon akasia ini tetap berdiri dengan kokoh nya?
Bagaimana bila Ia rubuh dan tak ada satupun orang yang menolong nya?
Bagaimana jika Ia ditelan angin malam dan kegelapan?


Membayangkan nya pun aku sempat tercengang tatkala desir angin lagi dan lagi menabrakku...

Pohon Akasia adalah saksi bisu, entah ia pernah bercerita pada langit senja tentang ku atau tidak aku tak perduli...
Karena bagiku, melihat kemesraan mereka berdua saja sudah membuatku cemburu... ya, cemburu yang mendalam...
Akasia begitu mencintai senja dengan sederhana layaknya sepasang kekasih yang tak ingin di madu...
Elegi yang dibuat oleh senja dan Akasia lah yang membuatku belum mau beranjak dari sini...

Ah, sudahlah..

Melihat kemesraan mereka berdua yang tak memperdulikan ku membuat aku seolah-olah diejek oleh desir angin yang telah berulang kali menabrak tubuhku...
Senja tak pernah lelah menemui Akasia yang tetap menunggu nya disini...
Akasia pun tetap menunggu dengan pasti akan kehadiran senja...

Ya, karena itu lah serpihan memori itu ada disini... dibawah pohon Akasia...

Tak terasa perlahan namun pasti senja undur diri dari sang akasia...
Membuatku tak sadar bahwa sang malam ingin menggantikan sang senja..
Sang senja pun tak pernah menyalahkan malam yang selalu datang tepat waktu untuk menggantikannya...
Apalagi akasia yang tak pernah sekalipun rewel, dia selalu ikhlas dan menerima kapanpun kehadiran sang senja datang...
Sebab Akasia yakin...
 




"cinta yang sederhana itu lah yang akan menuntun sang senja kembali dari peraduannya untuk merindu bersua dan menghabiskan waktu dengan Akasia..."




------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Jumat, 14 Februari 2014

"Memendam Luka"




"...Mencumbu dirimu pun dalam gelapnya malam aq tak berhak...

apalagi bersamamu selamanya?

mungkin saja pesonamu masih kau simpan buat mereka...

mungkin saja mereka yang lebih berhak untuk memilikimu

dibandingkan seonggok hatiku yang tersimpan untukmu...

dan mungkin saja kata-kata manismu kau biarkan mengalir tanpa dimiliki satu hati....

sudah, jika memang segala pengorbananku sia-sia dan terlupakan...

jika memang kau sengaja memberikan harapan yang hampa untuk diri ini...

dan bila aku hanyalah pelampiasan masa lalu mu...

Biar.... biarkan saja ku tinggalkan dirimu seorang diri dalam kesenangan duniawi dan ku dekatkan diriku pada sang ilahi..."
by: tripleHski #290114

Rabu, 05 Februari 2014

Adakah Tuhan Memberikan Jeda Diantara Kita atau Tiada Namaku dan Namamu Didalam Takdir Nya?



Berawal dari sebuah keisengan yang tiada di sengaja yaitu setelah 2 tahun lamanya vakum dari dunia IRC, akhirnya saya pun muncul kembali di salah satu server yang mempertemukan aku dan dirinya. Aq berkenalan secara tak sengaja dengan dia. Awalnya ku pakai nick tripleHski  yang dikira orang-orang aq adalah seorang cewe jadi-jadian. Sedangkan si dia pakai nick Kawai yang awalnya ku kira dia adalah seorang perempuan. Kemudian temannya yang aq kenal duluan itu memakai nick PeSeK_eRoR. Setelah kenalan dan tukeran akun Facebook untuk di add, kemudian dia mengenalkan aq pada salah satu komunitas di dunia maya yaitu Dalnet Community. Sebuah komunitas yang ternyata kumpulannya anak-anak Dalnet Malang beserta anggota yang koplak dan gila-gilaan. Namun, waktu ku lihat daftar permintaan pertemanan di Facebook, tiba-tiba ada seorang cowok yang meminta pertemanan. Kemudian aq tanyakan apakah itu dia? Dan dia pun menjawab ya. Aq kaget dan heran ternyata dia adalah seorang cowok.Sejak saat itu aq dan dia mulai kenal dan mulai akrab. Sampai akhirnya dia mengajak ku karaoke di Tralala Karaoke dan bertemu sama orang yg memakai nick PeSeK_eRoR. Ku akui mereka orangnya gak ja’im dan sombong. Itu yang membuatku masih bertahan sampai sekarang. Sampai akhirnya suatu ketika pas aq lg berlibur di rumah bu lek ku di Surabaya, si dia membuat status Facebook seperti ini :
“..tentang rasa yg bersemi di room karaoke dan berakhir di perempatan ITN
..tentang perasaan saling mencinta namun bertahan untuk tidak saling memiliki
*hey abegeh,cepet pulang,i miss u beud ini”

Dan aq pun heran, maksudnya apa dia buat status kayak gitu. Mau cari perhatian, mau cari sensasi, atau sekedar iseng aja. Sebab, kalimat diatas itu seperti yg dibilang oleh temannya waktu kita pertama kali bertemu. Jujur, aq sempet GR juga sih waktu baca ini, tapi aq ga mau ngerasa di PHP. Makanya aku biarin aja dia nulis status kayak gitu. Hingga akhirnya karena sering bertemu itu lah yang membuat aq merasa makin nyaman dengan dirinya, makin dekat dan tahu tentang dia. Aq tak pernah memandang fisik dan tampilan luarnya sekalipun. Yang aq utamakan adalah kenyamanan bersama dia. Sampai suatu ketika kami menyadari kalo kita sama-sama saling suka, merasakan saling jatuh cinta, namun mungkin tak bisa memiliki. Kita bertahan untuk mencinta dalam diam. Walaupun teman-teman suatu komunitas udah pada tahu kalo kita menahan perasaan ini. Sungguh sangat lah sakit bila saling mencinta namun tak bisa saling memiliki. Hanya gara-gara kita udah dalam status sahabat dan kita juga berbeda keyakinan.
Sampai suatu ketika tanggal 29 Januari 2014 aq diajak si dia makan di Kayungyun pas hujan-hujan. Disanalah dia berani menyatakan perasaannya, dia meminta aq tuk jadi pacarnya. Dan jujur, baru kali ini aq menganggap dia gak serius waktu nyatain perasaannya, karena apa? Karena kita ini sahabat dan teman satu komunitas yang selalu bercanda waktu ketemu dan gak ada seriusnya. Namun, baru kali ini aq tau dia bisa seserius ini. Dan, jawabanku untuk dirinya yaitu....
“Maaf mas, aq gak bisa......”
Mata nya pun berkaca-kaca sambil menanyakan alasanku kenapa gak bisa. Dan aku pun melanjutkan perkataanku, aku ga bisa untuk nolak kamu mas. Dia pun masih tetap bertanya-tanya maksud jawabanku tadi. Akhirnya aq pakai kata-kata lain kalau aq ga bisa kalo ga nerima dia. Dia pun bertanya lagi, apa benar artinya kamu mau jadi pacarku?. Dengan segala konsekuensi dan resiko yang ada aq pun mengangguk tanda ingin memiliki komitmen bersama dirinya. dan, sejak saat itulah aq jadian dengan dia. Moment yang paling so sweet pas jadian dengan dia yaitu : ditembak pas hujan-hujan di kayungyun, nyeker alias ga pake sepatu pas pulang dari kayungyun, boncengan sambil meluk diatas motor, dan pas hujan-hujanan pulang dari Kebun Raya Purwodadi J
Hal-hal itu yang membuat aq semakin ingin mempertahankan hubungan ini dengan dia yang gak aq dapetin dari cowo-cowo yang pernah bersamaku. Walaupun aq tau pasti banyak orang yang menentang karena keyakinan yang berbeda, but I think that the different faith has made us to be mature. You the only one that I survive to.  Honestly, jujur aja sampai sekarang aq masih kepikiran gimana jadinya kalo kakak-kakak ku tau akan hal ini. Sampai suatu ketika kakak pertamaku menanyakan soal pacarku di telepon. Mau gak mau aq pun jujur ke dia dan menceritakan semuanya. Untungnya, dia bisa memaklumi dan mengerti akan hal ini. Aq pun jadi ga enak sama dia gara-gara cerita soal ini. Karena kakak ku yang ini tahu pasti kalo udah benar-benar cocok sama seorang cowo pasti ada aja halangannya, kalo gak status sosial, status keluarga, ya paling keyakinan. Yah, setidaknya dia tau kalau adiknya ada yang jagain selain dia. karena apa, kakak-kakakku semua udah berkeluarga dan gak mungkin mereka bisa ngejaga aq 100% dan 24 jam terus menerus. Maka dari itu, dia berharap semoga sampai pada akhirnya aq dan si dia dapat menemukan jalan yang pas dan tepat agar tetap selalu bersama. Setidaknya satu kakak ku udah tau soal ini dan beban pikiranku sedikit berkurang.
"Ketika Maya menjadi Nyata... tak ingin ku rubah lagi saat-saat indah seperti ini.. karena, setiap kepingan kenangan baik di maya maupun nyata akan tetap tersimpan didalam memori.." Hopefully, we’ll be together and longlast honey. Love u so much my B Guardian Angel. :)


Perbedaan itu indah jika kita saling toleransi dan menghargai satu sama lain :')

It's all about us :*

@Kebun Raya Purwodadi